Diskusi 4: Tunggal Panaluan
Tunggal Panaluan adalah tongkat sakti yang dimiliki masyarakat Batak. Pada tongkat tersebut diukir beberapa sosok. Kisah Tunggal Panaluan dimulai dari lahirnya sepasang anak kembar porhas. (Marporhas: Melahirkan sepasang anak kembar, seorang laki-laki dan seorang lagi perempuan). Orang tua dari anak tersebut telah diingatkan oleh warga sekampungnya agar kedua anak tersebut dipisahkan sejauh-jauhnya. Hal tersebut tidak diindahkan oleh orang tua anak kembar itu. Setelah anak tersebut beranjak dewasa, mereka menunjukkan perilaku aneh, yaitu seperti sepasang kekasih. Teringat kepada nasihat warga kampung, mereka menjauhkan kedua anak tersebut sejauh-jauhnya, tetapi sudah tidak ada lagi gunanya. Suatu ketika, anak kembar tersebut melekat kepada pohon sakti karena menyentuhnya. Orang tuanya mengetahui kecelakaan itu, dan diutuslah orang-orang untuk menolongnya. Tetapi siapa saja yang menyentuh ke pohon itu, pasti melekat dan tidak bisa lolos. Melalui sebuah petunjuk, pohon tersebut dipindahkanlah ke kampung. Di kemudian hari orang-orang membuat tiruan pohon tersebut dan itulah yang disebut tongkat Tunggal Panaluan.
Tonton Selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=4UseQ-xCu-A
